Komputasi Awan mungkin akan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi

22 Sep

Ekonom dan pakar ekonomi telah lama mengkhawatirkan akan munculnya apa yang mereka sebut sebagai “hollow corporations,” atau bisnis “hampa” yang tidak benar-benar menghasilkan barang atau jasa yang sebenarnya, melainkan bertindak sebagai calo atau perantara mengandalkan pada jaringan pemasok dan para mitra. Tapi kini, berkat perkembangan teknologi, bisnis yang sukses seringkali berupa jasa sebagai broker layanan, yang disampaikan melalui teknologi, dari penyedia dan kepada konsumen.

Dari mana servis ini berasal? Lihat ke awan.

Ya, komputasi awan memungkinkan penghematan biaya – saat perusahaan dapat mengakses teknologi dan aplikasinya secara “on-demand,” digunakan sesuai kebutuhan dan hanya membayar sesuai pemakaian. Dan ya, hal ini mendorong kemampuan pergerakan yang lebih lincah, dengan mengurangi ketergantungan pada aset TI. Tetapi perubahan yang sebenarnya terjadi lebih jauh dari itu. Perhatikan kemampuan komputasi awan untuk mengubah lanskap bisnis kita:

Korporasi yang “Loosely coupled”: Saya pikir semua orang tidak harus merasa khawatir bahwa perusahaannya akan berubah menjadi “hampa.” Sebaliknya, “loosely coupled corporations” mungkin merupakan cara yang lebih baik untuk menggambarkan apa yang terjadi. Istilah “loosely” muncul bersama, dan kemudian menjadi jamak, dengan arsitektur berorientasi layanan beberapa tahun yang lalu, yang berarti telah menjadi suatu entitas atau sistem berdiri sendiri dengan baik, tapi ketika dikaitkan dengan sistem lainnya, keajaiban terjadi. Komputasi Awan telah membuka jalan bagi “loosely coupled corporations” – yang mungkin merupakan entitas yang murni terwujud sebagai sebuah agregasi layanan pihak ketiga, disediakan secara on-demand untuk memenuhi permintaan pelanggan. Sebagian besar dari layanan ini akan dijalankan melalui Layanan Awan, baik dari dalam perusahaan maupun dari luar.

Pengkaburan batasan antara konsumen dan penyedia TI: Dalam dunia TI, pembagian sangat jelas: ada vendor yang menyediakan produk-produk teknologi dan jasa, dan ada pelanggan yang membeli dan menggunakannya. Cloud computing adalah mengkaburkan perbedaan ini. Tidak ada yang menghentikan perusahaan yang mahir membangun dan men-support awan pribadi mereka sendiri dari menawarkan layanan ini kepada mitra dan pelanggan di luar firewall mereka. Bahkan, banyak sudah melakukannya. Amazon adalah toko online yang mulai menawarkan kelebihan kapasitas mereka untuk perusahaan-perusahaan luar. Bahkan perusahaan-perusahaan non- TI kini menjadi penyedia awan. Cloud computing dapat berarti sebuah jalan bagi TI untuk pada akhirnya dapat menjadi profit center.

Startups yang murah: Jujur saja, tidak masuk akal untuk melakukan investasi $50.000 atau lebih pada perangkat, keras dan lunak, saat semua yang anda perlukan ada di Awan. Saya suka cerita tentang GigaVox, sebuah perusahaan provider podcast, yang memulai kegiatannya dari Amazon Web Services. Biaya awal TI mereka? Sekitar $80/bulan, untuk semuanya, mulai dari storage sampai ke back-end processing. Seperti kata Chris Sacca, seorang investor perangkat lunak dan mantan eksekutif di google; “Kebutuhan terbesar pada perusahaan startup (software) saat ini adalah biaya sewa dan makan… Satu dekade lampau, saya tidak yakin anda dapat menulis sebaris kode tanpa melakukan investasi kurang dari 1 juta dollar.” Saat kita melihat pengangguran dan pengangguran terselubung dalam perekonomian kita sekarang, ketersediaan komputasi awan yang murah mungkin akan meletakkan dasar untuk terciptanya sebuah “startup boom”, sesuatu yang tidak pernah kita lihat sebelumnya. Hal ini juga berlaku untuk organisasi yang lebih besar. Merancang produk baru, tanpa perlu melalui bagian keuangan perusahaan dan persetujuan divisi TI, jelas adalah cara yang baik untuk menanamkan semangat kewirausahaan.

Lebih banyak inovasi software: Bahkan sebuah firma perangkat lunak – katakan satu atau dua orang pelaku – dapat menjual layanan, atau aplikasi, dan membangun UKM – menghasilkan keuntungan beberapa sen dari tiap penjualan. Kita telah melihat hal ini pada app-stores, dimana penerbit perangkat lunak dapat melakukan penawaran umum dan menerima sekitar 70% dari penghasilan, sementara app-stores yang mengatur hal-hal lainnya. Seorang remaja 16 tahun dapat menaruh aplikasi di Awan, yang digunakan secara global oleh 1000 perusahaan, dan sekaligus memberikan pencerahan untuk para developer di perusahaan-perusahaan tersebut untuk menerbitkan aplikasi mereka sendiri.

Kebangkitan “micro-outsourcing”: Komputasi Awan pada dasarnya adalah sebuah bentuk micro-outsourcing. Model lama outsourcing – dimana kontrak jutaan dollar disepakati untuk menjalankan data center atau membangun platform – memberikan layanan yang lebih lengkap sebagai servis tambahan. Perusahaan dapat dengan segera menggunakan layanan yang dibutuhkan, pada waktu yang mereka inginkan. Sekali lagi, Awan membukakan peluang yang mencengangkan bagi para entrepreneur atau startups untuk membidik bisnis yang membutuhkan support tambahan.

Komputasi Awan tidak menjadi revolusioner karena mengubah cara delivery teknologi. Revolusi yang sesungguhnya, yang sedang berlangsung, adalah membuka peluang baru pada bisnis TI, atau service delivery – bahkan diantara bisnis non-TI

Joe McKendrick, Contributor – Forbes

Sumber: http://www.forbes.com/sites/joemckendrick/2011/09/19/cloud-computing-may-be-a-shot-in-the-arm-our-economy-needs/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: