Komputasi Awan dibidang layanan jasa keuangan

3 Nov

Cloud Computing atau Komputasi Awan saat ini telah menjadi trend. Berdasarkan hasil survey lembaga riset IT Gartner, teknologi komputasi awan dan virtualisasi telah menjadi prioritas utama perhatian para CIO dunia, termasuk Asia. Namun kebanyakan para pegiat IT dibidang layanan jasa keuangan (financial services) masih berhati-hati menghadapi teknologi ini. Hal ini dapat dimengerti mengingat tuntutan yang tinggi atas performa, keamanan dan penyesuaian pada aplikasi-aplikasi finansial. Tentunya tidak seperti Twitter, anda tidak dapat sekedar menayangkan “fail whale” (lambang error pada twitter) saat aplikasi finansial mengalami masalah, karena kita berhadapan dengan uang, bukan sekedar tweet. Jadi aplikasi financial apa yang tepat untuk di “awankan” dan mengapa?   To cloud or not to cloud? That is the question.

Fokus kepada keunggulan kompetitif

Pada kenyataannya, sekitar 75% sampai 95% perangkat lunak yang digunakan dunia bisnis hari ini adalah komoditas. Artinya, tidak memberikan keunggulan kompetitif apapun karena pesaing juga memiliki kesempatan yang sama dengan kita untuk menggunakannya. Hal ini berlaku baik pada vendor Saas, proyek-proyek open-source, dan bahkan untuk sistem yang dibangun sendiri. Artinya lagi, sekitar 75% sampai 95% hasil kerja keras dan pengeluaran departemen IT bidang layanan jasa keuangan tidak memberikan keunggulan kompetitif apapun bagi anda. Hanya sekitar 5% sampai 25% dari pengeluaran tersebut yang membantu bisnis anda untuk dapat tetap bersaing. Namun faktanya, departemen IT bidang layanan keuangan selalu berkerja keras tanpa memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Oleh karena itu, pertimbangan pertama dalam setiap analisis komputasi awan, harus mempertimbangkan pentingnya daya saing dari berbagai sistem di bawah manajemen TI, dan untuk mencari kemungkinan untuk mengurangi beban sumber daya dengan cara meletakkan sistem yang tidak menciptakan keunggulan kompetitif ke awan.

Memanfaatkan Komputasi Awan untuk Menekan Pengeluaran

Keuntungan utama secara finansial dari komputasi awan adalah pemangkasan biaya, dengan menciptakan efisiensi yang tercipta dari pembagian sumber daya komputasi. Tidak masalah apakah infrastruktur yang digunakan berasal dari Amazon AWS, CRM dari Salesforce.com atau market data  dari Xignite, intinya adalah bahwa vendor dapat melakukannya dengan biaya jauh lebih rendah ketimbang jika dijalankan sendiri secara in-house oleh pelanggan. Penghematan ini kemudian dapat dinikmati pelanggan dalam bentuk biaya berlangganan berdasarkan penggunaan, yang kemudian berdampak pada penekanan biaya keseluruhan serta outsourcing sistem-sistem yang telah menjadi komoditas.  Oleh karena itu, butir berikutnya dalam analisis manfaat dari komputasi awan untuk sebuah sistem adalah penghematan. Adalah penting pada bagian ini untuk melakukan perbandingan atas seluruh biaya yang menjadi beban karena kepemilikan sistem secara internal, tidak hanya biaya perangkat keras dan lunak,  dibanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk berlangganan jasa komputasi awan. Seringkali beban biaya terbesar ada pada penggunaan waktu SDM IT untuk melakukan pemeliharaan, up-grade, support, bug-fixing, dll. Karena aktifitas semacam itu kemudian diambil alih oleh vendor cloud, bagian ini harus diperhitungkan agar dapat memberikan gambaran pembanding yang sepadan antara on-premise vs. cloud.

Menekan Resiko Operasional atau setidaknya mempertahankannya

Resiko adalah kendala terbesar dari penggunaan cloud bagi aplikasi-aplikasi financial services. Resiko finansial, risiko regulasi, risiko keamanan, risiko kinerja dan lain sebagainya. Sayangnya bayangan resiko pada penggunaan komputasi awan sering menjadi begitu mengganggu sampai-sampai beberapa pelaku IT  bidang layanan jasa keuangan lebih memilih untuk menghindarinya. Yang pasti, menempatkan akun pelanggan di cloud mengandung resiko. Sebenarnya bahkan sesederhana email perusahaan pun mengandung resiko yang signifikan. Namun satu kekeliruan, yang sering dibuat oleh kebanyakan departemen IT, adalah berupaya untuk mengurangi resiko dengan melakukan pengawasan internal. Kenyataannya justru sebaliknya. Keahlian,yang terfokus, dan skala dari vendor komputasi awan dapat menekan tingkat resiko secara signifikan, lebih rendah dari pada sistem in-house. Analoginya sebanding dengan kondisi “fear of flying”: Karena anda merasa nyaman saat duduk didalam pesawat terbang sesungguhnya tidak berarti bahwa kondisi anda jadi lebih aman. Oleh karenanya penting untuk melakukan evaluasi atas resiko komputasi awan seobyektif mungkin. Apakah vendor mengumumkan SLA (Service-level agreement) dan bagaimana data statistik performanya? Siapa saja pelanggan mereka dan apa kata mereka? Apa saja kebijakan keamanan dan disaster recovery policies mereka? Seperti apa support mereka? Semua pertanyaan tersebut harus ditanyakan kepada penyedia jasa komputasi awan. Dan sebagai pembanding pertanyaan yang sama harus diajukan juga kepada departemen IT anda. Jika anda bukan pilot, bukankah lebih baik jika anda menjadi penumpang pesawat komersial.

Market Data: To Cloud or Not to Cloud?

Ada dua aspek penting dari sistem market data yang harus dipertimbangkan saat memikirkan untuk memindahkannya ke cloud.  Pertama, menyadari bahwa bukan datanya yang di outsource ke cloud, melainkan infrastruktur data management. Dalam kebanyakan kasus, data sudah di outsourced dalam bentuk traditional data feed, sehingga perbandingan on-premise vs cloud sebenarnya berkisar seputar perangkat lunak internal, perangkat keras, database, pengembangan dan administrasi staf IT, yang dibutuhkan untuk menjaga infrastruktur manajemen data internal, yang mengacak data dari feed ke aplikasi akhir. Aspek kedua adalah, tidak seperti investment account data, market data tidak secara langsung menyangkut perusahaan maupun customernya, dan oleh karenanya mengesampingkan kendala pertama dari adopsi komputasi awan pada financial services: keamanan data. Namun juga jangan terburu-buru merasa jadi pemenang. Tetaplah penting untuk melakukan evaluasi lengkap seputar keunggulan kompetitif, penekanan biaya dan penurunan resiko. Apakah menejemen data yang ada memiliki keunggulan kompetitif atau hanya kompetitif saja? Apakah komputasi awan menawarkan penekanan biaya yang signifikan dibanding keseluruhan biaya sistem menejemen data internal? Dan akhirnya, apakah cloud menawarkan resiko yang sama atau lebih rendah dari penanganan market data serta kecanggihan relatif dari platform vendor cloud vis-à-vis penanganan on-premise.

 

Joel York – cloudave.com

 

Sumber: http://www.cloudave.com/4743/to-cloud-or-not-to-cloud-in-financial-services-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: