KOMPUTASI AWAN: Amankan data dengan cloud

20 Feb

Lembaga riset IDC pertengahan bulan lalu mengeluarkan laporan bahwa kinerja industri telematika Indonesia tahun ini akan meningkat seiring dengan pertumbuhan positif ekonomi, di tengah pasar global yang penuh ketidakpastian.

Laporan IDC Indonesia ICT 2012 Top 10 Predictions membahas mengenai berbagai hal terkait industri telematika dan salah satunya adalah bisnis komputasi awan (cloud computing).

Senior Research Manager IDC Asia Pacific Sudev Bangah meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini di atas rata-rata pertumbuhan negara lain di Asean. Belanja sektor TI akan mencapai US$12,9 miliar hingga akhir 2012 atau naik 18% dibandingkan dengan tahun lalu.

“Negara ini harus cepat menyesuaikan infrastruktur telematika untuk mengakomodasi naiknya investasi asing. Hal ini memiliki dampak positif pada pasar telematika secara keseluruhan,” ujarnya, baru-baru ini.

Di pasar cloud computing, masyarakat Indonesia mulai mengalami transformasi dari sekadar perhatian terhadap layanan ini menjadi mengerti bahwa layanan tersebut merupakan sebuah kebutuhan. Hal tersebut layaknya pergeseran dari penyimpanan data tradisional ke data digital, hingga berbasis web (web based).

IDC mencatat sepanjang tahun silam lebih dari 50% perusahaan atau organisasi di Indonesia memiliki rencana atau sedang mencari cara untuk mengadopsi layanan public cloud services dalam jangka waktu 12-24 bulan ke depan.

Perusahaan pun mulai lebih memahami mengenai nilai dan mekanisme dari komputasi awan. Peluang besarnya pasar komputasi awan di Indonesia pun menarik minat para penyedia jasa layanan ini.

Beberapa pemain besar yang sudah lama berada di Indonesia sudah memperkenalkan berbagai layanannya. Tidak ketinggalan inovator solusi cloud di dunia, MorphLabs Inc, juga melakukan ekspansi ke Asean, dan Indonesia menjadi pilihan keduanya setelah Filipina.

MorphLabs merupakan perusahaan pionir layanan cloud computing dan infrastruktur khusus bagi pasar enterprise yang didirikan oleh Winston Damarillo, pengembang solusi IT, khususnya layanan komputasi awan.

Sebelum mendirikan MorphLabs, Winston sempat berkarir di Intel, mendirikan Gluecode Sofware yang diakuisisi IBM pada 2005, Logicblaze diakuisisi Iona Technologies pada 2007, dan Webtide diakuisisi Intalio pada 2009.

Masuk ke Indonesia bersama partner lokal, MorphLabs menawarkan solusi virtual private cloud melalui mCloud Data Center Unit (DCU).

Jerome S. Gotangco, Senior Sales Engineer SEA Morphlabs, mengatakan secara esensial cloud bukan teknologi baru.

Solusi cloud yang ditawarkan oleh Morphlabs, dikatakannya sebagai private cloud solution. Bedanya dengan layanan cloud lain adalah Morphlabs memberikan kapasitas yang membuat pengguna layanannya bisa menjadi operator.

“Banyak pelaku bisnis yang tertarik menaruh data di luar firewall mereka, tapi banyak pertanyaan soal keamanan. Dari sisi pemerintah, mungkin mereka tidak menginginkan data penting diletakkan di luar negeri, jadi kami menaruh data di dalam negeri,” ujarnya.

Mayoritas baru

Singgih Cahyono, partner lokal Winston Damarillo di Indonesia mengatakan solusi cloud di Indonesia saat ini mayoritas baru menawarkan layanan software as a service (SaaS).

Solusi tersebut menawarkan harga lebih murah karena perusahaan berinvestasi pada perangkat lunak, menggunakan perangkat keras milik perusahaan penyedia yang dibagi untuk beberapa klien.

“Banyak pelanggan enterprise yang ketakutan data mereka akan masuk atau tercampur dengan data perusahaan lain. Kami melihat ada peluang besar di pasar infrastructure as a service [IaaS] dan platform as a service [PaaS],” ujarnya.

Solusi IaaS memberikan jaminan karena data center bisa ditaruh langsung di kantor pelanggan atau lokasi yang disediakan oleh penyedia layanan. Jika biasanya lokasi data center dirahasiakan, bahkan dari pelanggan, dengan solusi ini lokasi bisa diketahui.

Singgih menambahkan perusahaan harus menyadari juga bahwa perpindahan dari data yang ada saat ini ke solusi komputasi awan pasti akan memakan waktu dan cukup rumit, tergantung dari kesiapan dan komitmen setiap perusahaan.

Perpindahan operasional perusahaan menuju cloud akan lebih mudah jika perusahaan tersebut sudah menaruh dan mengoperasionalkan datanya berbasis web. Sejauh ini perusahaan game lebih cepat dan lebih banyak yang telah beralih menggunakan komputasi awan. (fita.indah@bisnis.co.id) (tw)

Sumber: http://www.bisnis.com/articles/komputasi-awan-amankan-data-dengan-cloud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: